Masyarakat, Demokrasi, Kontrol sosial, dan Media
Nama : Muhammad Rahman
NIM : B05219027
Semester/Prodi : 5/Ilmu Komunikasi
Dosen : Abu Amar Bustomi, M.Si
Masyarakat dan Demokrasi
MASYARAKAT
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, masyarakat merupakan nomor manusia dalam arti seluas-luasnya dan ditentukan oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama.Awal dari masyarakat yang berasal dari hubungan antar-individu, kemudian kelompok yang lebih besar disebut suatu kelompok besar yang masyarakat.
Dalam buku Pembangunan Masyarakat: Merangkai Sebuah Kerangka (2009) oleh Soetomo, pengertian masyarakat adalah suatu kesatuan yang selalu berubah yang hidup klarena proses masyarakat, Masyarakat terbentuk melalui hasil interaksi yang terus-menerus antar-individu. Dalam kehidupan bermasyarakat selalu ditemui kehidupan individu dengan masyarakat yang saling memengaruhi.Masyarakat sendiri adalah suatu kumpulan massa yang sedang di bawah oleh seorang pemimpin.Masyarakat juga bisa dikatakan kumpulan seseorang yang hidup disuatu daerah atau Negara dan hidup bersama.
Pengertian masyarakat juga dapat diartikan sebagai golongan besar atau kecil yang terdiri dari beberapa manusia yang dengan atau karena sendirinya bertalian golongan. Serta saling memengaruhi satu sama lain. Penggunaa istilah masyarakat dapat menggambarkan bahwa hakikat manusia yang ingin hidup bersama dengan orang lain. Dari kesimpulan diatas bisa diartikan bahwa masyrakat adalah suatu golongan yang hidup di salah satu daerah atau tempat dan bergabung menjadi sebuah organisasi manusia yang memiliki sistem, aturan, dan norma yang telah disepakai dan juga harus dipatuhi secara bersama dan saling berinteraksi dengan seseorrag yang dekat dengan kita .
Sementara di buku Pengantar Antropologi: Sebuah Ikhtisar Mengenal Antropologi (2019: 46) karya Gunsu Nurmansyah dkk, dijelaskan bahwa definisi masyarakat adalah sejumlah manusia jadi satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan memiliki kepentingan yang sama. Selain itu, Masyarakat bisa diartikan sebagai salah satu satuan sosial dalam sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia. Buku yang sama juga mengutip sejumlah ahli antropologi dan sosiologi tentang masyarakat. Setidaknya, terdapat 6 definisi masyarakat menurut par ahli antropologi dan sosiologi yang dicatat oleh Gunsu Nurmansyah dkk (2019: 46-45), yakni sebagai berikut.
1. Menurut ahli sosiologi Indonesia, Selo Sumarjan, definisi masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
2. Menurut ahli antropologi Indonesia, Koentjaraningrat, pengertian masyarakat adalah kesatuan. Hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan dibuat oleh suatu rasa identitas yang sama.
3. Menurut ahli antropologi AS Ralph Linton, pengertian masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan menganggap kelompoknya sebagai satu kesatuan sosial.
4. Menurut ahli paling modern yang berpengaruh, Karl Marx, masyarakat adalah suatu struktur yang mengalami suatu organisasi organisasi ataupun perkembangan akibat adanya antara kelompok-kelompok yang berbeda kepentingannya secara ekonomi.
5. Menurut Emile Durkheim, salah satu ahli pencetus sosiologi modern, definisi masyarakat adalah suatu kenyataan objektif dari pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya
6. Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, yang juga ahli sosiologi, pengertian masyarakat adalah kumpulan manusia yang sistem mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok tersebut.
Unsur-unsur Masyarakat Kesatuan hidup manusia di lingkup desa, kota, maupun Negara merupakan konsep masyarakat. Di setiap kesatuan masyarakat, selalu ada unsur-unsur yang membentuk kesatuannya. Menurut Soerjono Soekanto, yang dikutip dalam buku Pengantar Antropologi: Sebuah Ikhtisar Mengenal Antropologi (2019: 52), jumlah unsur masyarakat adalah sebagaimana perincian di bawah ini:
· Beranggotakan paling sedikit dua orang atau lebih.
· Seluruh anggota sadar sebagai satu kesatuan.
· Berhubungan dalam waktu yang cukup lama, menghasilkan individu baru yang saling berkomunikasi dan membuat aturan hubungan antaranggota masyarakat.
· Menjadi sistem hidup berrsama yang memunculkan budaya dan keterkaitan satu sama lain sebagai anggota masyarakat.
Ciri-ciri Masyarakat Untuk menentukan identitasnya, menurut Soerjono Soekanto, buku Sosiologi: Suatu Pengantar (2003), masyarakat memiliki ciri-ciri yang khas. Adapun daftar ciri-ciri masyarakat adalah sebagai berikut. Hidup, Melahirkan Budaya, Mengalami Perubahan, Berinteraksi,Terdapat Kepemimpinan, Stratifikasi Sosial.
DEMOKRASI
Demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan dari rakyat, untuk rakyat, dan ditujukan ke rakyat. setiap orang bisa mengambil keputusan dan bersuara yang akan mempengaruhi kehidupan di negara.
Demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu “Demos” dan “Kratos” . Demos berarti rakyat, sementara Kratos bermakna pemerintahaan. Demokrasi sebagai sistem pemerintahan yang memungkinkan dan memberikan hak, kebebasan kepada warga negaranya untuk serta serta dalam pengambilan keputusan di pemerintahan. Berikut beberapa pengertian demokrasi menurut para ahli:
1. CF Kuat
Demokrasi adalah sistem pemerintahan di mana rakyat berkuasa dan serta dalam kebijakan dasar sistem perwakilan, kemudian menjamin pengelolaan setiap tindakan dan keputusannya
2. Montesquieu
Kekuasaan negara harus dibagi dan dilaksanakan oleh tiga lembaga atau institusi yang berbeda dan terpisah satu sama lainnya, yaitu pertama, legislatif yang merupakan pemegang kekuasaan untuk membuat undang-undang, kedua, eksekutif yang memiliki kekuasaan dalam melaksanakan undang-undang, dan ketiga adalah yudikatif, yang memegang kekuasaan untuk mengadili undang-undang. Dan masing-masing institusi tersebut berdiri secara independen tanpa dipengaruhi oleh institusi lainnya.
3. Affan Gaffa
Menurut Affan Demokrasi sendiri terbagi menjadi dua definisi yang pertama diartikan secara normatif, demokrasi yang ingin diwujudkan oleh negara, sementara secara empiris adalah perwujudan dari dunia politik.
SEJARAH DEMOKRASI DI DUNIA INI
Demokrasi sebagai sistem pemerintahan yang berasal dari kebudayaan Yunani. Dengan sistem tersebut rakyat akan terlibat langsung dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan keberlangsungan sebuah Negara.
Jadi, seluruh perkara kenegaraan harus melaporkan langsung dengan rakyatnya. Demokrasi murni atau demokrasi langsung adalah sistem yang digunakan pada zaman tersebut. Ribuan tahun, pada abad ke-6 SM, bentuk pemerintahan yang dikembangkan kemudian diperkenalkan di negara-negara bagian Athena oleh Cleisthenes pada 508 sebelum masehi. Kondisi tersebut membuat Cleisthenes dikenal dengan panggilan bapak demokrasi Athena. Saat itu, Athena menganut demokrasi langsung dan memiliki dua ciri utama, yakni pemilihan warga secara acak untuk mengisi pemerintahan dan pemerintahan, serta majelis legislatif yang terdiri dari semua warga Athena.
Kesemuanya saat itu memiliki hak berbicara dan memberi suara di majelis Athena. Meski dibuat oleh majelis, demokrasi Athena berjalan dengan kontrol langsung dari rakyat. Rakyat akan menyuarakan pendapatnya melalui majelis atau pengadilan untuk membantu kendali politik
Hingga saat memasuki abad pertengahan (6-15 M) di Eropa Barat, gagasan tersebut tidak digunakan lagi, ada banyak sistem dimana pemilihan tetap dilakukan meskipun hanya beberapa orang yang dapat bergabung.
Parlemen Inggris sendiri dimulai dari Magna Carta, sebuah dokumen yang menunjukkan bahwa kekuasaan Raja terbatas dan melindungi hak-hak tertentu rakyat. Parlemen terpilih pertama adalah Parlemen De Montfort di Inggris pada 1265. Namun beberapa orang yang benar-benar dapat bergabung karena parlemen dipilih oleh beberapa orang saja.
CIRI-CIRI DEMOKRASI
1. Memiliki Perwakilan Rakyat
2. Keputusan Berdasarkan Aspirasi Dan Kepentingan Warga Negara
3. Menerjemahkan Ciri Konstitusional
4. Menyelenggarakan Pemilihan Umum
5. Terdapat Sistem Kepartaian
MACAM-MACAM DEMOKRASI
Kekuasaan tertinggi negara yang dimiliki oleh rakyat, entah dari mana rakyat tersebut berasal dan latar belakang. Semua warga negara dianggap sama tanpa melihat latar belakang dan asal rakyat tersebut. Sehingga, dalam suatu negara demokrasi semua warga negara dianggap memiliki. Berikut ini macam-macam demokrasi yang perlu kamu ketahui:
1. Demokrasi Parlementer
Demokrasi Parlementer adalah demokrasi yang memberi lebih banyak kekuatan kepada legislatif atau disebut juga dengan demokrasi parlementer. Pihak eksekutif memperoleh hak kekuasaan atas demokrasinya hanya dari legislatif, yaitu parlemen.
Kepala negaranya juga berbeda dari pemerintahan, dan keduanya memiliki tingkat kekuasaan yang berbeda-beda. Namun, dalam banyak kasus, presiden adalah raja yang lemah (Inggris) atau pemimpin resmi (India).
2. Demokrasi Langsung
Demokrasi langsung atau demokrasi murni merupakan jenis demokrasi dimana rakyatlah yang memiliki kekuasaan secara langsung tanpa perwakilan, perantara atau majelis parlemen. Demokrasi ini membutuhkan partisipasi luas dalam politik.
Jika pemerintah harus mengesahkan undang-undang atau kebijakan tertentu, peraturan tersebut kemudian akan ditentukan oleh rakyat. Mereka memberikan suara pada suatu masalah dan menentukan nasib negaranya sendiri.
3. Demokrasi Tidak Langsung
Demokrasi tidak langsung adalah ketika rakyat dapat memilih siapa yang akan mewakili suara mereka di parlemen. Demokrasi ini merupakan bentuk demokrasi paling umum di seluruh dunia.
Penekanannya terletak pada perlindungan hak-hak tidak hanya pada mayoritas rakyat di bagian negara, tapi juga minoritas.
Dengan memilih perwakilan yang lebih berkualitas, kemudian akan dapat menyuarakan keluhannya dengan cara yang lebih efisien.
4. Demokrasi Pancasila
Demokrasi Pancasila merupakan demokrasi yang saat ini berlaku di Tanah Air. Demokrasi yang bersumber pada nilai-nilai sosial budaya bangsa serta berasaskan musyawarah mufakat dengan memprioritaskan kepentingan atau warga Negara seperti yang tercantum pada kelima sila Pancasila.
5. Demokrasi Presidensial
Di bawah sistem demokrasi presidensial, presiden dipilih secara langsung dan tidak langsung oleh warga negara.
Presiden dan eksekutif eksekutif kemudian tidak bertanggung jawab kepada legislatif, tetapi tidak dapat membubarkan legislatif secara sepenuhnya. Dalam demokrasi presidensial, kepala negara adalah pemerintahan. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Argentina, dan Sudan telah menggunakan jenis demokrasi ini.
KONTROL SOSIAL
Kontrol sosial (social control) adalah suatu upaya teknik dan strategi yang mencegah perilaku manusia untuk menyimpang dalam masyarakat. Kontrol sosial terjadi dimanapun, contohnya: keluarga, sekolah, masyarakat. Kebanyakan orang yang melanggar norma-norma sosial yang ada, akan diberi sanksi (sanctions) atau hukuman dan penghargaan karena melakukan sesuatu yang terkait dengan norma social.
“Teknik kontrol sosial beroperasi ditingkat kelompok dan tingkat masyarakat. Orang yang kita anggap sebagai teman sebaya atau setara memengaruhi kita untuk bertindak dengan cara tertentu, yang sama adalah benar dari orang yang memegang otoritas atas kita atau menempati posisi yang menakjubkan. Psikolog social Stanley Milgram (1975) membuat pembedaan yang bermanfaat antara dua tingkat kontrol sosial tersebut.”
Eksperimen Milgram menggunaakan istilah :
Penyesuaian (conformity) pergi bersama rekan sebaya, individu dengan yang tidak memiliki hak khusus untuk mengarahkan perilaku kita.
Kepatuhan (obedience) adalah penyerahan diri padaotoritas yang lebih tinggi dalam struktur hierarkis.
Kontol sosial dibagi menjadi dua jenis yaitu : pengendalian sosial preventif dan juga pengendalian sosial refresif.
Menurut kamus KBBI preventif yaitu suatu tindakan yang bertujuan mencegah terjadinya pelanggaran aturan, agar tidak terjadi apa-apa diakibatkan pelanggaran tersebut. Preventif adalah termasuk pada kategori pengendalian sosial, tindakan- tindakan yang dilakukan untuk mencegah terhadap pelanggaran yang belum terjadi.
Sedangkan pengendalian refresif menurut kamus KBBI refresif adalah tindakan yang menekan, menahan, atau mengekang bagi mereka yang melanggar aturan. Bisa juga bersifat menyembuhkan atau memperbaiki orang yang melakukan pelanggaran.
Pengendalian sosial secara represif adalah bentuk pengendalian sosial yang bertujuan untuk mengembalikan kekacuan sosial atau mengembalikan situasi deviasi menjadi keadaan kondusif kembali, ( komformis ).
Contoh:
1. Polisi menertibkan Tawuran antar pelajar dengan menggunakan tembakan agar para pelaku tawuran membubarkan diri.
2. Polisi menggrebek rumah kontrakan yang digunakan sebagai tempat penggunaan narkoba.
Dapat disimpulkan bahwa Refresif merupakan suatu tindakan aktif yang dilakukan oleh pihak berwenang terhadap seseorang atau kelompok yang sedang melakukan pelanggaran, sanksi yang diberatkan adalah sesuai dengan tindakan pada pelaku pelanggaran, yang berjutuan untuk memberikan efek jera terhadap mereka dan tidak mengulangi kesalahan yang sama dikemudian hari.
Media
Ada banyak pengertian media dari para ahli komunikasi yang bisa dipahami. Media adalah alat untuk menyampaikan pesan dan informasi. Peran media begitu beragam dan menjadi sangat krusial seiring perkembangan zaman.
Jenis media adalah ada visual, audio, audio visual, dan multimedia. Jenis-jenis ini yang menjadikan pengertian media adalah bentuk perantara yang bisa digunakan untuk memengaruhi alat indra pendengaran, penglihatan, peraba, atau kombinasi.
Selain memengaruhi indra, media adalah alat yang fungsi utamanya merangsang pikiran, perasaan, minat, perhatian, persetujuan, penolakan, dan pengetahuan. Media sangat berperan untuk pendidikan, bisnis, dan dunia seni.
Menurut beberapa ahli:
Ahmad Rohani
Media adalah segala sesuatu yang dapat ditangkap oleh indra manusia, yang berfungsi sebagai perantara, sarana, atau alat untuk proses komunikasi (proses belajar mengajar).
Arsyad
Media adalah dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan, dari pengirim pesan ke penerimanya. Media disini dapat berupa suatu bahan (software) dan/ atau suatu alat (hardware).
Blake dan Horalsen
Media adalah saluran komunikasi (baca juga: komunikasi yang efektif). Digunakan untuk menyampaikan pesan antara pemberi pesan (sumber) dengan penerima pesan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan media adalah alat, sarana komunikasi, perantara, dan penghubung. Jika ditelisik dari pernyataan para ahli komunikasi, media memiliki peran cukup beragam.
Media adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan informasi. Media adalah bagian dari perantara untuk merangsang pemikiran, perasaan, minat, perhatian, persetujuan, penolakan, dan pengetahuan.
Media ada banyak sekali jenisnya. Jenis-jenis media adalah visual, audio, audio visual, dan multimedia. Media visual meliputi gambar, teks, dan peragaan. Media audio adalah merangsang indra pendengaran.
Media audio visual merupakan kombinasi perangsang indra penglihatan dan pendengaran. Terakhir multimedia adalah media yang mengombinasikan format teks, gambar, grafik, suara, animasi, sampai gerakan tertentu.
Fungsi Media:
1. Fungsi media adalah untuk sumber informasi dan pengetahuan.
2. Fungsi media adalah mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan kemampuan indra manusia.
3. Fungsi media adalah sarana untuk mengekspresikan pendapat, ide, dan gagasan dengan lebih gamblang.
4. Fungsi media adalah pengawasan dan kontrol sosial tertentu.
5. Fungsi media adalah mencari perhatian khalayak.
Macam-macam media
1. Media Visual
Media visual adalah media yang mengandalkan indra penglihatan. Biasanya memanfaatkan alat proyeksi atau proyektor sebagai perantara. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam bentuk visual. Jenis media visual dibedakan menjadi dua yaitu media visual diam dan media visual gerak. Keduanya bisa dikombinasikan atau digunakan salah satunya. Selain itu, fungsi media visual juga berguna untuk menarik perhatian, memperjelas materi yang disajikan, menggambarkan fakta yang mungkin dapat dengan mudah dicerna dan diingat dalam bentuk visual.
2. Media Audio
Media audio dapat digunakan untuk menyalurkan pesan audio dari sumber pesan ke penerima pesan. Media audio berkaitan erat dengan indra pendengaran.Dilihat dari sifat pesan yang diterima, media audio dapat menyampaikan pesan verbal (bahasa lisan atau kata-kata) maupun non verbal (bunyi-bunyian dan vokalisasi). Contoh media audio antara lain radio, tape recorder, telepon, laboratorium bahasa, dan lain-lain.
3. Media Audio Visual
Media audio visual dapat menampilkan suara dan gambar. Jenis media ini lebih menarik dibanding visual saja atau audio saja. Kombinasi untuk merangsang indra pendengaran dan penglihatan. Adapun media audio visual dibedakan menjadi dua jenis, yaitu media audio visual diam dan gerak. Salah satu contoh dari media audio visual diam ialah TV diam, buku bersuara, dan halaman bersuara. Sementara untuk contoh media audio visual gerak ialah film TV, gambar bersuara, dan lain sebagainya.
Komentar
Posting Komentar